Innova Venturer Dan Yaris Heykers, Korban Tren SUV?

Jakarta, KompasOtomotif – Gaya-gaya SUV dengan ground clearance tinggi rupanya berhasil jadi ”racun”. Termasuk di antaranya, orang yang tak suka gaya SUV, tapi butuh fungsionalitasnya saja. Mereka lebih suka pakai MPV, hatchback, atau jenis lain, namun ingin kendaraannya lebih fleksibel seperti crossover.

Agak rancu memang, tapi ini kenyataan yang terjadi. Alasan kebutuhan itulah yang membuat PT Toyota Astra Motor (TAM) melahirkan Yaris Heykers dan Innova Venturer. Ini adalah upaya memenuhi kebutuhan orang-orang di segmen hatchback dan MPV yang ingin lebih.

”Kalau dipaksakan jadi SUV atau crossover enggak lah. Secara tidak langsung, memang market SUV ada, tapi balik lagi, SUV yang ingin disasar seperti apa? Jadi SUV itu kan tiga pilar (A, B, dan C), dari samping aja beda tiangnya,” kata Fransiskus Soerjopranoto, GM Eksekutif Pemasaran dan Penjualan TAM, (17/1/2017), di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Soerjo itu pun tak mau Yaris Heykers dan Innove Venturer disebut ke-”SUV-SUV”-an atau ke-”adventure-adenture”-an. Semua balik dengan kebutuhan, dan pandai-pandainya pembuat mobil melihat peluang dan melakukan riset.

”Kenapa ada SUV yang akhirnya juga ikut menyediakan seven-seater? Padahal mungkin bakal lebih sempit. Ya karena memang ada kebutuhan, terutama dari kapasitas. Saling melengkapi sebenarnya,” ujar Soerjo.

Apa yang dilakukan Toyota ini juga mirip seperti yang dihadirkan Honda dengan BR-V. Honda menyebut model itu lahir di ranah SUV, tapi menyediakan akomodasi dan keluasan ruang seperti MPV.

Soerjo pun memandang bahwa MPV masih menjadi kebutuhan utama konsumen mobil di Indonesia jika dibandingkan dengan SUV. Itulah sebabnya, fokus Toyota menurut Soerjo tetap lebih besar ke model MPV.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2017/01/19/144300015/innova.venturer.dan.yaris.heykers.korban.tren.suv.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *