Menpar: Badan Otorita Borobudur Diluncurkan Awal Tahun

MAGELANG, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur akan ditetapkan paling lambat awal tahun 2017. Hingga saat ini tim percepatan masih melakukan pembahasan terkait hal tersebut.

”Setelah Danau Toba kemudian akan dilaksanakan di Borobudur. Kapan waktunya? Triwulan pertama (2017) sudah selesai. Nanti kita datangkan Presiden,” kata Arief saat mengunjungi Desa Wisata Jowahan, Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (22/12/2016) sore.

Arief menjelaskan ada tiga hal penting yang harus dibangun dalam penetapan BOP, yakni atraksi, akses dan amenitas.

(BACA: Ngopi Sambil Memandang Eksotisnya Candi Borobudur, Ini Tempatnya….)

Borobudur, menurut Arief, telah disepakati sebagai ikon atraksi. Adapun hal akses akan dibangun bandara di Kulonprogo, DI Yogyakarta serta pembangunan jalan tol yang langsung menuju Borobudur dari Semarang, Solo dan Yogyakarta.

“Hal terakhir adalah amenitas, yakni sarana pendukung lain seperti penginapan dan resort,” katanya. Menpar lantas mencontohkan kawasan wisata Nusa Dua di Bali yang telah memiliki amenitas yang sudah tertata.

Kedatangannya Menpar ke kawasan Borobudur ini termasuk untuk melakukan pemetaan kawasan BOP tersebut sebagai bahan koordinasi pengembangan infrastuktur. ”Kalau sudah selesai pengembangan koordinatif maka diharapkan akan semakin cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut, menurut Arief, BOP Borobudur akan mengelola zona otoritatif seluas 600 hektar yang dikelola dengan single management atau pihak ketiga.

KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Wisatawan sedang naik gajah di komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Sejauh ini BOP Borobudur sudah melakukan pemetaan kawasan tersebut meski belum dapat dipublikasikan. ”Kalau sudah diputuskan nanti akan kita umumkan,” kata Arief.

Menpar menyebutkan ada 10 prioritas pengembangan pariwisata di Indonesia. Sebanyak empat di antaranya merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK), yaitu KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Kelayang di Belitung, KEK Tanjung Lesung Banten, dan KEK Morotai.

“Sedangkan enam daerah yang belum punya KEK dikelola oleh badan otorita pariwisata, contohnya Danau Toba dan yang kedua nanti adalah di Borobudur,” tambah Arief.

Dalam kunjungan di Borobudur, Menpar mendatangi sejumlah lokasi di sekitar Candi Borobudur. Mulai dari kawasan pegunungan Menoreh, makan siang di warung makan mangut Iwak Beong, dan terakhir berdialog dengan para pemangku wisata di Omah Budur Desa Wisata Jowahan. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/12/23/084900827/menpar.badan.otorita.borobudur.diluncurkan.awal.tahun

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *